13
Aug
11

Ta’rif Ilmu Falak

بسم الله الرحمن الرحيم

A.     Tinjauan Etimologi

            Ilmu Falak merupakan warisan salah satu disiplin ilmu pengetahuan tertua sejak manusia pertama kali membangun sebuah peradaban di muka Bumi dan sampai saat ini terus dipelajari dan dikembangkan dengan memadukan teknologi yang berkembang. Ilmu dan Falak merupakan musytaq[1] dari wazan (عَلِمَ – يَعْلَمُ- عِلْمًا) yang berarti ketahui dan ((فَلَكَ – يَفْلُكُ – فَلْكًا yang artinya bulat – sedangkan orang yang menekuninya disebut الفلكيّ (Falakiy/Astronom). Di dalam Bahasa Arab, kata الفلك sepadan dengan المدار yang artinya orbit[2].

            Ilmu Falak merupakan bentuk tarkib idhafi (frase) yang telah menjadi nama bagi suatu disiplin Ilmu Pengetahuan. Menurut etimologi terdiri dari mudhaf (علم) dan mudhaf ilayh (الفلك) sehingga kita harus memahami pengertian lafadl “علم” dan lafadl “الفلك” terlebih dahulu yang mempunyai arti:

العلم هو الاعتقاد الجازم الثابت المطابق للواقع {تاج العروس ۱: ۷۸۲۵}

Ilmu adalah keyakinan yang kuat dan sesuai dengan realitas sebenarnya.[3]

العلم مص. إدراك الشيئ بحقيقته. اليقين و المعرفة {المنجد}

Ilmu itu penghisapan. Hasil pencapaian sesuatu dengan hakikatnya. Yakin dan ma’rifat (pengetahuan yang pasti).[4]

 العلم هو إدراك الشيئ بحقيقته، ضربان: أحدهما إدراك ذات الشيئ. و الثانى الحكم على الشيئ بوجود شيئ هو موجود له أو نفي شيئ هو نفي عنه {مفردات فى غريب القرآن}

Ilmu ialah memahami satu hal dengan hakikatnya. Ada dua jenis persepsi: Pertama, untuk memahami suatu dzat dan yang kedua, untuk menilai kepada sesuatu dengan suatu wujud, yaitu bahwa tidak ada baginya atau menolak sesuatu untuk menolak.[5]

الفلك هو مجرى الكواكب و تسميته بذلك لكونه كالفلك {مفردات فى غريب القرآن}

Al-Falak adalah tempat beredarnya (berjalannya) benda-benda langit. Dinamai demikian karena bentuknya seperti falak (lingkaran).[6]

الفلك من البحر: موجه المستدير المتردد {المنجد}

Al-Falak : gelombang yang bulat secara berulang-ulang.[7]

            Singkatnya, Ilmu Falak dapat didefinisikan sebagai pengetahuan tentang hakikat lintasan benda-benda langit, yang berarti orbit.[8] Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata orbit berarti jalan yang dilalui oleh benda langit digaris peredarannya mengelilingi benda langit lain.

B.    Tinjauan Terminologi

            Seorang ahli falak Persatuan Islam, al-Ustadz A. Ghazali mendefinisikan Ilmu Falak sebagai berikut: “Ilmu Falak ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, Bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya. Dalam Bahasa Inggris disebut PRACTICAL ASTRONOMI.”[9] Uum Jumsa menambahkan: “untuk diketahui suatu benda langit terhadap benda langit lainnya agar diketahui pengaruhnya terhadap perubahan waktu di Bumi.”[10]

            Definisi-definisi di atas mengarahkan ke alam semesta yang beredar menurut garis peredaran yang telah ditentukan oleh yang Mahapengatur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata beredar adalah berjalan berkeliling (hingga sampai ke tempat permulaan).[11] Sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’ (21): 33 dan Yasin (36): 40.

هو الذى خلق الليل و النهار و الشمس و القمر كل فى فلك يسبحون ﴿الأنبياء (۲۱):۳۳ ﴾

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan mereka bertasbih pada falak (garis edarnya). (al-Anbiya’: 33)

لاالشمس ينبغى لها أن تدرك القمر و لاالليل سابق النهار و كل فى فلك يسبحون ﴿يس (٣٦): ٤٠﴾

Tidaklah mungkin bagi Matahari mengejar Bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, masing-masing bertasbih pada falak (beredar pada garis edarnya). (Yasin: 40)

Dari dua ayat inilah kalimat atau kata Falak diambil untuk menamai disiplin ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu perbintangan.

C.     Ruang Lingkup

            Dilihat dari definisi di atas, Ilmu Falak mengisyaratkan betapa luas dan kompleknya kajian yang dikaji – seluas jagat raya yang menghimpun mahkluk-makhluk Allah yang ada di luar angkasa yang saat ini belum bisa mengungkapkan batas alam semesta yang kita tinggali.

            Namun, salah satu ilmu pengetahuan yang paling berpengaruh di dalam Islam ini mulai terkikis karena adanya stagnasi ataupun dikotomi ilmu pengetahuan yang hanya berputar (produk daur ulang) dikalangan kaum muslimin tanpa adanya pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut – sehingga Ilmu Falak dipersempit ruang lingkupnya hanya yang berkaitan dengan ibadah saja setelah perkembangan yang begitu menggairahkan di kalangan para Ilmuwan Islam dalam penyelidikan dan pengamatan. Dilihat dari garis besarnya, Ilmu Falak dibagi menjadi dua macam yaitu ilmu Falak ‘Ilmiy, dan ilmu Falak ‘Amaliy. Ilmu Falak ‘Ilmiy disebut juga Theoritical Astronomy.[12] Ilmu Falak ‘Amaliy disebut juga Practical Astronomy. Ilmu Falak ‘Amaliy inilah yang oleh masyarakat disebut sebagai Ilmu Falak atau Ilmu Hisab, sedangkan di bidang Astronomi mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dari ranah teori maupun teknologi.[13]

Bahasan Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu Falak ini mempelajari 4 bidang, yakni:

  1. Arah Kiblat dan Bayangannya (Rashdul Qiblat).
  2. Waktu-waktu Shalat.
  3. Penentuan Awal Bulan dan Akhir Bulan (shaum Ramadhan, Iydul Fithri pada bulan Syawal, dan Iydul Adha pada bulan Dzulhijjah).
  4. Penentuan Gerhana, baik Matahari maupun Bulan.

D.    Cabang-Cabang Ilmu dalam Perbintangan

Hisab at-Taisir

Pengetahuan tentang benda-benda langit dan peredarannya, perhitungan atas perjalanan Matahari dan Bulan, serta penentuan waktu dengannya, seperti waktu terbit Matahari, waktu Matahari berada di tengah, waktu tenggelamnya, waktu ijtima’ (konjungsi) Matahari – Bulan dan waktu terpisahnya, serta waktu gerhana Matahari dan gerhana Bulan.[14]

Ilmu Hisab (علم الحساب)

            Ilmu Hisab ialah ilmu yang mempelajari perhitungan posisi benda-benda langit yang diturunkan melalui perhitungan matematis dan astronomis khususnya untuk keperluan Ibadah.

Ilmu Rashd (علم الرصد)

Ilmu Rashd merupakan bagian dari Ilmu Falak, terkadang Ilmu Falak sendiri disebut Ilmu Rashd karena ilmu ini memerlukan pengamatan – rashd sendiri berarti pengamatan.

Ilmu Miqat (علم الميقات)

            Cabang lain dari Ilmu Falak adalah Ilmu Miqat,  karena ilmu ini berkaitan dengan batas-batas waktu shalat yang tidak terlepas dari batas-batas waktu pengamatan posisi Matahari. Arti dari Miqat sendiri adalah batas-batas waktu, seperti dijelaskan dalam kitab Shahih al-Bukhariy ada bab khusus (مواقت الصلاة و فصلها) yang menjelaskan tentang waktu-waktu shalat disertai dengan deskripsinya.

Ilmu Hai’at (علم الهيئة)

Hai’at, dulu ilmu ini disebut Ilmu Azyaj sebagai cabang dari Ilmu Hai’at. Dan juga populer digunakan untuk ilmu hitung atau aritmatika (al-Jabar), yakni ilmu yang membahas seluk-beluk aritmatika.[15]

Astronomi

Astronomi, secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari astro (άστρο) yang berarti bintang dan nomos (νόμος) yang berarti peraturan/hukum. Secara terminologi ialah ilmu yang mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik, dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar bumi) – juga proses yang melibatkan mereka. Singkatnya, mempelajari hukum-hukum perbintangan baik berupa gerakan dan kondisi fisik benda-benda langit. Tidak seperti astrologi yang memiliki pemahaman bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib kehidupan manusia di Bumi.

Astrofisika

            Penerapan Ilmu Fisika pada alam semesta secara keseluruhan, bukan hanya pada bintang. Selain bintang, ruang lingkup Astrofisika mencakup materi antar bintang, galaksi, quasar, dan kosmologi.

Kosmogoni

            Ilmu yang mempelajari tentang asal-usul alam semesta didasari filsafat dan kepercayaan (agama), bahkan ada ratusan dongeng yang isinya tidak ada yang serupa. Kemudian ilmu ini diperluas tidak hanya mempelajari tentang asal-usul alam semesta dan evolusinya tetapi diperluas meliputi alam semesta dan organisasinya yang mengarah pada teori dan pengamatan sehingga disebut Kosmologi yang berasal dari bahasa Yunani, Cosmos (alam semesta/ruang) dan Logos (bahasa). Singkatnya, kosmologi secara ilmu itu harus berdasarkan perhitungan dan observasi. Sama halnya perkembangan yang terjadi abad ke-18 yang mulai menyelidiki asal-usul tata surya kita Zonnestelsel dalam bahasa Belanda berarti Solar System dalam bahasa Inggris, seperti yang digagas oleh Kant-Laplace dengan “Teori Kabut”.

Kosmografi

            Ilmu yang mempelajari tentang pendataan berkaitan dengan jagat raya. Cosmos berarti alam semesta sedangkan Graphein berarti (menulis). Kosmografi merupakan bagian dari ilmu bintang yang mempelajari sifat-sifat langit perbintangan dengan benda-benda langitnya: Matahari, Bulan, Bintang-bintang, Planet-planet dan sebagainya tetapi benda-benda langit ini dipandang sebagai objek-objek yang amat kecil terhadap Jagat Raya yang sangat luas[16]. Ilmu ini biasa diberikan untuk ikhtisar umum astronomi atau biasa disebut Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.

Astrobiologi

            Astrobiologi (kadang disebut juga eksobiologi, eksopaleontologi, bioastronomi, dan xenobiologi) adalah kajian tentang asal, evolusi, penyebaran, dan masa depan kehidupan di alam semesta. Bidang ilmu antardisiplin ini meliputi pencarian lingkungan laik huni baik di dalam maupun di luar Tata Surya (eksoplanet), pencarian bukti kimia prebiotik, kehidupan di Mars dan benda lain di Tata Surya, penelitian laboratorium dan lapangan perihal asal dan evolusi awal kehidupan di Bumi, serta kajian potensi makhluk hidup untuk beradaptasi di Bumi dan di luar angkasa.[17]

Arkeoastronomi

            Ilmu yang mempelajari mitos, legenda, kepercayaan, dan pandangan kehidupan-kehidupan kuno atau prasejarah di dunia dalam kaitannya dengan astronomi.

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين


[1] Suatu bentuk kata yang mempunyai akar kata (asal-usul/kata dasar). Dalam Bahasa Arab, kalimat disebut kata dalam Bahasa Indonesia.

[2] Al-Munawir, A. Warson. Kamus al-munawir. Lihat juga kamus al-‘Ashriy.

[3] Maktabah Syamilah

[4] Yasu’i, Abalweis Ma’luf. al-Munjid fil lughat. 1908. Beirut: Muthabi’atul Katsuulikiyyat. hal. 551

[5] Al-Asfahaniy, Raghib. Mufradat fiy Ghariybil Qur’an. hal. 348

[6]  Ibid. hal. 393

[7] al-Munjid fil lughat. Op. cit.

[8] Dalam bahasa Inggris (astronomi populer) Falak disebut dengan orbit.

[9] Ghozaly, Ali. Diktat Ilmu Hisab seri Mabadi. Cianjur: PPI 4. hal. 4

[10] Jumsa, Uum. Ilmu Falak, Panduan Praktis Menentukan Hilal. 2006. Bandung: Humaniora. hal. 1

[11] Pada satu waktu yang sangat panjang mengarungi alam semesta yang berjarak ratusan milyar tahun cahaya (1 detik cahaya = 3 x 105 km/detik), benda langit ini akan kembali pada titik semula.

[12]    Program studi Astronomi sendiri terdiri atas tiga bidang keahlian yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi. Pada proses perkuliahannya  akan mendapatkan banyak ilmu yang menarik seperti pada kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika, Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi, dan Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan juga untuk penentuan hilal, yaitu penentuan awal bulan pada sistem penanggalan Islam.

Pada bidang Tata Surya, teman-teman akan mempelajari sistem tata surya beserta ”anggota keluarga” nya. Termasuk juga diantaranya adalah planet, asteroid, planet kerdil, dan lain-lain. Dari pengetahuan tentang planet dapat diturunkan lagi ilmu-ilmu lain, diantaranya komposisi atmosfer planet dan satelit-satelitnya, hingga pencarian planet-planet di luar tata surya yang bisa dihuni.

Pada bidang Fisika Bintang kita mempelajari evolusi bintang, bagaimana bintang terbentuk dari lahir hingga mati, serta bagaimana spektrum bintang. Galaksi dan Kosmologi mencakup komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark hingga pengembangan alam semesta.

[14] Hai’ah Kibaril ‘Ulama. Ilmu ini juga disebut dengan Astronomi.

[15] Izzuddin, Ahmad. Fiqih Hisab Rukyah, Menyatukan NU dan Muhammadiyah dalam Penentuan Awal Ramadhan , Idul Fitri, dan Idul adha. 2007. Jakarta: Erlannga hal. 25

[16] Marsito. Azas-azas Kosmografi (Ilmu Falak). 1959. Jakarta: P.T. Pembangunan. hal. 9


0 Responses to “Ta’rif Ilmu Falak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: