14
Mar
10

Gerhana

بسم الله الرحمن الرحيم

Salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang sering kita lihat adalah terjadinya Gerhana. Hampir setiap tahun diseluruh dunia gerhana kerap terjadi dan sesuatu yang lumrah bagi masyarakat.  Di dalam Kitab Nailul Authar dan Sarah Bulughul Maram (Subulus Salam) dapat mendefinisikan kejadian gerhana secara ilmiah yaitu tertutupnya oleh bayangan. Dalam bahasa Arab, gerhana Matahari disebut Kusuf sedangkan gerhana Bulan disebut Khusuf, bandingkan dengan kepercayaan lain selain Islam pada zamannya.

الكسوف لغة : التغير إلى السواد ومنه كسف فى وجهه وكسفت الشمس أسودة وذهب شعاعها {نيل الأوطار:14,4}[1]

الكسوف لغة : التغير إلى السواد. والخسوف : النقصان {سبل السلام (صلاة الكسوف) :73,2}[2]

Kusuf menurut bahasa adalah “Perubahan ke bentuk warna hitam dan perubahannya itu menutup permukaan bagian depan (wajah)sampai hilangnya bayangan.”{Nailul Authar (4):14}. Sedangkan Khusuf adalah Penurunan {Subulus Salam (Shalat Kusuf) Juz: 2, 73}

Gerhana disebabkan karena adanya bidang lintasan Bulan dengan Matahari (bidang Ekliptika) membentuk sudut 5.1o. Bidang Ekliptika dengan bidang Elips lintasan Bumi membuat sudut 0o – jadi berimpit. Perpotongan bidang itu pada bola langit disebut simpul. Bumi dan Bulan menerima sinar dari Matahari, kedua benda langit ini mempunyai bayang-bayang yang seperti kerucut. Bayang-bayang kerucut Bumi kira-kira empat kali bayang-bayang Bulan itu diakibatkan ukuran Bumi yang lebih besar dan jarak yang cukup jauh dari Bulan.

Terjadinya gerhana apabila Bulan bertepatan berada pada salah satu simpulan perpotongan antara orbit Bulan dan orbit Matahari sehingga Matahari – Bulan – Bumi atau Matahari – Bumi – Bulan terletak pada suatu garis lurus. Gerhana Matahari terjadi pada akhir bulan Qamariyah (fase mati) sedangkan gerhana Bulan terjadi ketika Bulan pada fase Purnama yaitu pertengahan Bulan Qamariyah (13, 14, 15). Gerhana Matahari yang sempurna paling lama 7 menit sementara gerhana Bulan 100 menit dikarenakan bayangannya sangat panjang.[3]

Alhamdulillah Allah telah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui gerhana baik Matahari maupun Bulan di mana sepanjang tahun 2009 yang lalu terjadi enam kali gerhana diseluruh dunia salah satunya tanggal 26 Januari terjadi Gerhana Matahari Cincin atau disebut juga dengan Annular dimana sudut Bulan tidak menutupi seluruh cahaya Matahari ke arah Bumi kita sehingga berbentuk cincin. Tanggal 9 Februari adalah pengalaman pertama kami melakukan penelitian dengan objek Gerhana Bulan Penumbra bersama Hendro Setyanto M.Si. & Judhistira Aria Utama M.Si. di Toko Teleskop Jl. Peneropongan Bintang  No. 3.  Ketika tanggal 22 Juli terjadi Gerhana Matahari Total sehingga mutiara-mutiara langit pun terlihat karena saking gelapnya dan bahkan sempat di beritakan di salah satu stasiun tv. Gerhana Matahari Cincin pun kembali terjadi pada tanggal 15 Januari 2010 ketika kami mengobservasi langsung di Bosscha bersama teman-teman dari BSM (Bulan Sabit Merah) Pesantren Persatuan Islam 1 Bandung. Selama tahun 2010 insya Allah ada empat kali gerhana yang dapat kita nikmati di seluruh dunia sementara tahun 2011 ada enam kali gerhana.

Ilmu Falak (Astronomi) membagi gerhana kepada enam bagian yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Cincin (Annular), Gerhana Matahari Sebagian (Parsial), Gerhana Bulan Total, Gerhan Bulan Sebagian (Parsial), Gerhana Bulan Penumbra. Kejadian gerhana ini mengacu pada waktu di Greenwich atau UT (Universal Time)

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total  ini hanya bisa disaksikan di India, Nepal, China dan Pasifik namun di Indonesia  hanya terlihat sebagian dibeberapa  tempat Wilayah seperti di Sumatra, Kalimantan, Maluku, sedangkan di Irian Jaya semua tempat dapat di lihat yaitu pada tanggal 22 Juli 2009. Gerhana ini terjadi karena cahaya Matahari tertutup oleh Bulan seluruhnya. Insya Allah gerhana ini akan terlihat lagi pada tanggal 11 Juli 2010 di Samudera Pasifik, Chile dan Argentina – akan terjadi kembali tanggal 13 Nopember 2012, 20 Maret 2015.

Gerhana Matahari Cincin

Sebagai mana kita ketahui dan kita saksikan pada tanggal 26 januari 2009 hampir seluruh wilayah Indonesia bisa melihat secara langsung walaupun di beberapa wilayah Indonesia berawan sehingga tidak dapat menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah secara langsung akan tetapi masih bisa melaksanakan shalat kusuf . Gerhana ini terjadi akibat cahaya Matahari terhalang oleh Bulan tetapi karena jarak yang terlampau dekat atau jauh sehingga menyisakan cahaya Matahari yang menyerupai cincin karena bagian bola Matahari yang tampak dari Bumi layaknya piringan itu tidak seluruhnya tertutup oleh bayang-bayang Bulan. Bagian yang terlihat oleh kita yang di Bumi hanya sebagian kecil seperti layaknya sabit Bulan tapi ini Matahari, ya seperti sabit Matahari. Inilah Cincin dari sebagian cahaya Matahari. Sketsa terjadinya Gerhana Matahari kurang lebih sebagai berikut:

Sehingga nanti kita melihat Matahari Sabit, kalau tiap bulan itu yang kita lihat adalah Bulan Sabit. Bukan sekedar Gerhana Matahari, tetapi juga Gerhana Bumi – kalau kita melihat matahari lalu tertutup oleh rembulan, kita jadi melihat gerhana matahari. Maka kalau kita mau melihat Bumi lalu juga tertutup oleh rembulan, jadinya yaa gerhana Bumi.

Seperti ilustrasi di atas penulis sempat mengobservasi di Bosscha pada tanggal 15 Januari 2010. Insya Allah gerhana ini akan terjadi kembali pada tanggal 20 Mei 2012, 10 Mei 2013, 29 April 2014 dan 1 September 2016.

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari Sebagian (Parsial) merupakan fenomena gerhana yang hanya menyisakan cahaya Matahari pada garis ekliptika tetapi tidak sempurna. Gerhana ini dapat diamati lagi pada 4 Januari, 1 Juni, 1 Juli, dan 25 November 2011, 23 Oktober 2014, dan 13 September 2015.

Gerhana Bulan Total

Sebagaimana kita saksikan beberapa tahun yang lalu sempat berwarna merah dan bahkan masyarakat ada yang menyebut Bulan itu berdarah. Gerhana ini terjadi akibat bayangan bagian umbra Bumi menutup cahaya Bulan sehingga menjadi gelap total serta pembiasan atmosfir. Gerhana Bulan Total insya Allah dapat diamati kembali pada tanggal 21 Desember 2010, 15 Juni dan 10 Desember 2011, 15 April dan 8 Oktober 2014, 4 April dan 28 September 2015.

Gerhana Bulan Sebagian

Sebagaimana yang insya Allah akan kita saksikan pada tanggal 1 Januari 2009. Gerhana ini terjadi akibat bayangan bagian Umbra Bumi sebagian menutup cahaya pantulan Bulan dan sisanya menyentuh bagian bayangan Penumbra (bayangan yang lebih terang) sehingga kita dapat melihat sebagian Bulan. Gerhana ini akan teramati kembali pada tanggal 26 Juni 2010 dan 4 Juni 2012, dan 25 April 2013.

Gerhana Penumbra

Gerhana ini terjadi karena menyentuh daerah penumbra sebagai mana sudah kita saksikan khususnya kami bersama peneliti dari Bosscha pada tanggal 9 Februari 2009. Gerhana ini tidak seperti gerhana pada umumnya yaitu cahaya Bulan ditutupi oleh bayangan Bumi yang lebih terang (Penumbra) sehingga dapat dilihat dengan jelas seolah-olah tida k terjadi gerhana tetapi dapat dibedakan melalui suatu alat pendektesi gerhana Penumbra. Insya Allah akan terjadi kembali pada tanggal 7 Juli, 6 Agustus 2009, 28 November 2012, 25 Mei dan 18 Oktober 2013, 23 Maret dan 16 September 2016.

Namun pada hakikatnya kita hanya bisa pasrah berserah diri selaku hamba Allah yang sangat lemah akan segalanya sehingga dengan Rahman dan Rahim-Nya Allah telah memerintahkan untuk melaksanakan tuntunan ibadah (Shalat Kusuf) sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW pada hari senin tanggal 27 Januari 632 Masehi.

Pada kesempatan ini penulis akan mencoba memberikan gambaran bagaimana cara menghitung gerhana – baik Matahari maupun Bulan.

Cara mencari kemungkinan Kusuf atau Khusuf, misalnya tahun 1431 H apakah ada Kusuf.

1. Tulis data tahun 1431 H      = 3340 17’01”

2. Tulis data akhir Muharam    =  300 40’14” +

Jumlah                                     = 3640 57’15”

3. Cari angka 364 pada data Kusuf! Bila ada insya Allah terjadi Kusuf

Sedangkan perhitungan gerhana Bulan sama dengan perhitungan pada gerhana Matahari.

Ada juga perhitungan dengan membutuhkan Zij (Ephemeris) sebagai data tambahan dalam menentukan Gerhana Bulan dan Matahari, Waktu Shalat, Ketinggian Hilal, dan sebagainya.

Ada  cara lain menghitung kemungkinan terjadinya gerhana

Tahun 1431 H                         = 3340 17’01”

Ramadhan                               = 2760 02’06” +

6100 19’07” – 3600 = 2500 19’7”

(Tidak cocok dengan tabel terjadi gerhana) lihat tabel Kusuf!

Tabel untuk mencari kemungkinan terjadi Kusuf/Khusuf.

Kusuf Kusuf Khusuf Khusuf
159160

161

162

163

164

165

166

167

168

169

170

171

172

173

174

175

176

177

178

179

180

181

182

183

184

185

186

187

188

189

190

348349

350

351

352

353

354

355

356

357

358

359

360

001

002

003

004

005

006

007

008

009

010

011

012

013

014

015

016

017

018

019

020

165166

167

168

169

170

171

172

173

174

175

176

177

178

179

180

181

182

183

184

185

186

187

188

189

190

191

192

193

194

345346

347

348

349

350

351

352

353

354

355

356

357

358

359

360

001

002

003

004

005

006

007

008

009

010

011

012

013

014

1427    3020 05’49”     Kusuf = Gerhana Matahari

1428    3100 08’37”     Akhir Muharam                           300 40’14”

1429    3180 11’25”     Akhir Safar                                610 20’28”

1430    3260 14’13”     Akhir Rabiul Awwal                  920 00’42”

1431    3340 17’01”     Akhir Rabiul Akhir                  1220 40’56”

1432    3420 19’49”     Akhir Jumadil Awwal              1530 21’10”

1433    3500 22’37”     Akhir Jumadil Akhir                1840 01’24”

1434    3580 25’25”     Akhir Rajab                             2140 41’38”

1435        60 28’13”     Akhir Sya’ban                         2450 21’52”

1436      140 31’01”     Akhir Ramadhan                     2760 02’06”

1437      220 33’49”     Akhir Syawal                           3060 42’20”

1438      300 36’37”     Akhir Dzulqa’dah                    3370 22’34”

1439      380 39’25”     Akhir Dzulhijjah                          80 02’48”

1440      460 42’13”

1441      540 45’01”

1442      620 47’49”     Khusuf = Gerhana Bulan

1443      700 50’37”     Muharam                                   150 20’07”

1444      780 53’25”     Safar                                          460 00’21”

1445      860 56’13”     Rabiul Awwal                            760 40’35”

1446      940 59’01”     Rabiul Akhir                            1070 20’49”

1447    1030 01’49”     Jumadil Awwal                        1380 01’03”

1448    1110 04’37”     Jumadil Akhir                          1680 41’17”

1449    1190 07’25”     Rajab                                       1990 21’31”

1450    1270 10’13”     Sya’ban                                   2300 01’45”

1451    1350 13’01”     Ramadhan                               2600 41’59”

1452    1430 15’49”     Syawal                                     2910 22’13”

1453    1510 18’37”     Dzulqa’dah                              3220 02’27”

1454    1590 21’25”     Dzulhijjah                                3520 42’41”

1455    1670 24’13”

1456    1750 27’01”

1457    1830 29’49”

1458    1910 32’37”                 3 th = 2410 24’

1459    1990 35’25”                 1 th =   080 02’48″

1460    2070 38’13”

Dari Ijtima ke Istiqbal     : 150 20’07”

Dari Ijtima ke Ijtima       : 300 40’14”

Dan seterusnya tinggal ditambah 080 02’48” dalam satu tahun[4]

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين

Sumber:

[1] Ash-Shan’aniy, S.S. Muhammad bin Ismail. Nailul Authar (4): 14 hal. 72

[2] Al-Kahlaniy, Sayid Imam Muhammad bin Ismail, Ash-Shan’aniy al-Ma’ruf bil-amir. Subulus Salam. Bandung: CV Diponegoro. Hal73

Dewan HISBAH PP PERSIS. 2005. Risalah Shalat. Bandung: Risalah Press.

Rahman, Dedy dan Kosim Kusnadi. 2003. Kaifiyat Shalat Nabi SAW. Bandung: Majlis Ta’lim Ibadurrahman.

[3] Simamora, P. 1984. Ilmu Falak ( Kosmografi). Jakarta: CV Pedjuang Bangsa.

[4] Jumsa, Uum. 2006. Ilmu Falak Panduan Praktis Menentukan Hilal. Bandung: Humaniora.

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/eclipse.html

http://pakarfisika.wordpress.com/


AstroFun Club 1070 37’

zaidnasrullah

Ketua


0 Responses to “Gerhana”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: